Ummat Muhammad dalam Timbangan Akhir Zaman

Ijinkan ulasan saya mengenai inspirasi alquran, sedikit melompat mengangkat realita dunia Islam yang kini sedang menghadapi ujian besar dari tiga arah, Kelompok ekstrimis yang mencatut Islam, manuver politik negara-negara berbasis Islam dan barat, dan Islam Phobia yang  suka atau tidak harus dihadapi oleh umat Islam di garda depan.

Melihat bagaimana peperangan di koberkan di timur tengah, seakan menjai panggung dunia yang menyuguhkan betapa Islam adalah agama yang mengobarkan perang tiada akhir.  Negeri-negeri para nabi itu, kini satu-persatu bagaikan ilalang yang digerus kemarau.  Sejarah peradaban Islam disana sedang di tenggelamkan.  Terlepas adanya manuver Barat yang ikut di dalamnya.  Namun Ngeri juga, jika industri pembuatan teknologi sejata perang ikut bermain dalam menciptakan peperangan khususnya di timur tengah. Setidaknya saat timur tengah semakin membara Mesir dan saudi melirik Rusia untuk membeli senjata. Sedangkan dubai yang dijuluki kota termegah di dunia, mereka dari pada sibuk kasak-kusuk cari senjata paling canggih, negara ini anteng menciptakan dunia hedonis dengan tekhnologi industri konsumtif yang super dahsyat.

Sekarang yang identik dengan budaya hedonis, saling memakan saudaranya, penjilat, kemunafikan, memperjual belikan agama menjadi bernuansa POP, bukan lagi amrik (Barat).
Eksodus rakyat timur tengah, lebih memilih Eropa ketimbang negara-negara berbasis islam. Dan saat ini mulai muncul venomena orang-orang barat yang justeru tertarik mendalami nilai-nilai Islam. Cina, jepang, korea selatan tidak malu-malu mencuri budaya Islam dalam soal kualitas pendidikan, dan karakternya. Sedangkan Brunai Darusalam, jadi negara yang anteng-anteng saja di dunia mereka sendiri.

Lalu indonesia? Kita punya kesempatan besar yang alamiah. Alam, budaya, keragaman agama….meski tidak dimegahkan oleh teknologi dan miskin tokoh-tokoh besar, setidaknya negeri ini, rakyatnya bisa bertahan dari kebodohan warisan yang dibawa oleh sentimen masalalu yang menggunakan topeng spiritual. Jangan sampai, rakyat kita seperti kayu tegak yang keropos dimakan rayap….Saat orang-orang pinter yang keblingernya sibuk rebutan lahan buat adu domba, ummatnya diam-diam dimakan budaya dajal_homo, lesbi, seks bebas, sampai pergeseran nilai-nilai Islam melalui tontonan media masanya.

Contoh: perhatikan tayangan drama asal Turki (elief) dan drama India yang sekarang sedang secara ahlus meracuni keluarga muslim. Selain ditayangakan di waktu seharusnya menjalankan shalat magrib, isi tayangan drama tersebut, misaslnya_ drama dari turki yang identik dengan Islam justeru syarat dengan propaganda budaya barat, drama India yang nyaris sepanjang dialognya di sesaki oleh ungkapan-ungkapan yang mengajarkan dendam kesumat dengan kalimat-kalimat hiverbolanya.
Semua itu sedang meracuni karakter keluarga muslim yang notabene berada di garda terdepan, para ibu-ibu dan genarasi muda yang diharapkan dapat menjadi kepanjangan tangan pendidikan nilai-nilai Islam. Adakah maslah sederhana ini namun akan menjadi penyakit yang melemahkan mental, disadari oleh mereka yang sedang sibuk meneriakan “ganyang aliran sesat??!!!”)

Jangan sampai, kita terjebak pada kebodohan yang memalukan. Saat kita dipusingkan dengan meributkan urusan perbedaan aliran kepercayaan, mayoritas ummat islam justeru boro-boro ngerti apa itu suni/syiah….lah mereka cara shalat yang benar, baca alquran yang benar saja masih kebingungan….Saya sedih, saat menyaksikan beberapa mimbar pengajian, tiba-tiba dijadikan ladang untuk menanamkan kebencian. Ummat awam di cekoki sentimen yang bagi mereka terdengar asing, hanya sekedar manggut-manggut.

Jangan sampai darah dan kebencian yang meracuni negara-negara timur tengah, mengalir kenegeri ini. Jangan sampai….keluguan ummat yang sedang mati-matian melawan kebejatan nafsu kaum yang dulu telah Allah jungkir balikan, justeru menjadi korban perang spirirtual. wallahualam_hanya sekedar luapan kegundahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s