Pengkhulunya orang-orang yang berDoa

Doa tidak hanya sekedar ajang refleksi diri tanpak batas kepada Tuhan, doa harus di dahului dengan mengupayakan ilmu.

“Sebab itu, janganlah engkau memohon kepada-Ku sesuatu,yang tidak ada bagimu pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya Aku memperingatkanmu agar engkau (tidak) termasuk orang-orang jahil”QS.Huud: 46

Hamba yang berdoa, dia tidak hanya meminta melainkan ia-pun harus berfikir/merenungkan apa yang di inginkannya. Periksalah keadaaan hati, boleh jadi apa yang kita inginkan semata diliputi hawa nafsu,atau adakah manfaat kebaikan bagi urusan dunia dan akherat apabila keinginan itu terpenuhi, atau boleh jadi keinginan tersebut apabilaterwujud akan mendatangkan kesulitan di kemudian hari. Bahkan periksalah, apakah doa-doayang kita panjatkan berasal dari angan-angan yang bertentangan dengan sunatullah. Umpama,sesorang yang meminta disegerakan siang yang terang benderang, padahal waktu senja baru dimulai, jika demikian bukankah yang berdoa sedang mempersulit dirinya seniri? Karena telah ada ketetapan atas sunatullahnya, hukum sebab akibatNya yaitu kun fayakuun, yang berarti Allah berkehendak sesuatu itu ” Jadi” melainkan di dalamnya ada prosesnya, baik itu proses yang dapat diketahui oleh akal manusia maupun dalam rahasiahNya. Maka dari itu, Allah mengajarkan kepada hamba-hambaNya khususnya nabi Nuh as, berupa tuntunan sekaligus pengkhulunya doa:

“Dia berkata, “Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu, dari memohon kepadaMu sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Dan sekiranya Engkau tidakmengampuniku, dan (tidak) Merahmatiku, niscaya aku termasuk orang-orang yang rugi.”QS.Huud: 47 Hapalkan doa tersebut ya smile emotikon

Dari doa yang Allah ajarkan tersebut, mengandung isyarat agar kita mengupayakan untuk memahami terlebih dahulu baik atau buruk yang kita inginkan (semampunya) dan berserah diri kepada Allah dengan keyakinan bahwa Allah Maha mengetahui sedangkan kita tidak tidak mengetahui. Dan, keutamaan dari pengabulan doa dari Allah, yang hanya diberikan kepada hamba-hamba yang beriman adalah ampunan dan RahmatNya, maka berdoalah mengenai urusan dunia/akherat yang dapat mendatangkan keduanya (ampunan dan Rakhmat Allah) agar kita tidak termasuk yang di isyaratkanNya yaitu orang-orang yang rugi, yaitu mereka yang berdoa;
1. tentang sesuatu yang tidak mendatangkan kebaikan bagi hatinya, ibadahnya, manfaatnya utk diri dan orang lain
2. Mereka yang menyekutukan Allah, padahal ia sdg berdoa kepadaNya, yaitu orang yang merasa yakin bahwa yang dinginkannyalah yang akan menjadi saru-satunya penjamin kebahagiaannya. Ia menuhankan pengetahuannya dan tidak mau berserah kepada pengetahuan Allah.

Demikianlah, pengkhulu doa. Semoga kita semua senantiasa diberi hidayah dan taufik untuk berdoa dalam kebaikan, di bimbing pada keinginan2 yang tidak mendatangkan kerugian.wallahualam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s