Menghadapi Bantahan

Menghadapi Bantahan:
Dan bertawakallah kepada Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang melihatmu ketika engkau berdiri dan kegiatan-kegiatanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.QS. asy-Syu’raa’: 217- 220

Dalam pergaulan, apapun yang kita lakukan bahkan apapun yang kita katakan, akan selalu menemui orang-orang yang tidak suka. Orang-orang yang lebih suka mencari-cari kekurangan, membesar-besarkan masalah, bahkan akan banyak orang-orang yang hanya ingin membantah tanpa mencari kebenaran. Seperti yang Allah sudah ingatkan dalam sebuah ayat alquran, bahwa manusia itu sangat suka membantah.

Wajar, bagi kita ketika menghadapi perilaku seperti itu, timbul perasaan tidak nyaman, bersedih atau marah, karena setiap orang memerlukan proses dan latihan untuk menangani dirinya sendiri dan perlu proses yang sama juga untuk bisa menangani perilaku buruk orang lain. Bahkan nabi Muhammad saw-pun Allah ingatkan saat hatinya gusar, sebagaimana tercermin dalam ayat di atas.

Apapun peran kita, sebagai isteri/suami, orang tua/anak, sampai sebagai pemimpin atau guru. Sebagai orang yang beriman akan terdorong untuk berusaha melakukan kebaikan, terlebih untuk yang paling di cintai. Tetapi lain orang, lain hatinya, bahkan berbeda pula kemampun memahmi sesuatu. Maka pengalaman menghadapi bantahan, celaan hingga mengusik kekuatan kesabaran akan selalu di hadapi, suka atau tidak suka, terlebih jika kita berurusan dengan kepentingan orang banyak, maka tidak mungkin mendapatkan pujian, persetujuan dari semua pihak. Bahkan Jangan duga, hanya karena yang kita lakukan adalah aktifitas syiar maka tidak akan muncul sanggahan, karena ada keragaman dalam pemahaman, dan sudah menjadi sunatullahNya ummat Islam berkelompok-kelompok dengan beragam kepentingan bahkan keyakinan.

Namun, jika kita mengharapkan dukungan dari Allah, maka Ia telah terlebih dahulu menurunkan tuntunan melalui ayat-ayat tertulisnya. Allah memberikan jaminan:
Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: “sesungguhnya aku berlepas diri menyangkut apa yang kamu kerjakan” Dan bertawakallah kepada Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang melihatmu ketika engkau berdiri dan kegiatan-kegiatanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.QS. asy-Syu’raa’: 216- 220

Jika hati ini yakin, bahwa setiap aktifitas sesnantiasa dalam pengawasan Allah, yang dengan pengawasanNya, ia memberikan bimbingan, perlindungan, pembelajaran dan peringatan melalui sabab musabab yang Ia ijinkan terjadi sebagai ujian, agar hambaNya mengambil pelajaran. Dengan merasa di tatap Allah, dan tersu mengingatkan diri, maka hati perlahan-lahan akan merasa aman dan hati-hati . Aman karena yakin dengan keadailan pengawasan Allah, tangguh tidak mudah mengurungkan diri dan menjadi berhati-hati dengan terus memperbaiki diri,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s