Intrik-intrik Hati dalam Dakwah

Dakwah, kata ini terasa begitu “arogan” di niatkan bahkan jika disampaikan. So’ suci , mungkin itu yang akan terbersit dalam fikiran banyak orang. namun di hati seorang mukmin kata tersebut menjadi inspirasi dan semangat yang tumbuh begitu saja. Kerinduan dan rasa “lezat” jika ia berada diantara orang-orang yang taat, islami jauh dari pelanggaran apa lagi dosa-dosa besar,
menjadi motivasi yang akhirnya mendorong untuk sekurang-kurangnya menyampaikan “ide” kebaikan, amal ma’ruf nahi mungkar.

tetapi dakwah bukan perkara niat, bukan sekedr urusan menyampaikan kata memikat, apa lagi evoria sebagai tolok ukur keberhasilan. Rasa “bangga” jika apa yang disampaikan di ta’ati, justru itulah isyarat adnya penyakit hati dari sanga da’i/ah, jangan-jangan ….?!

ternyata berdakwah, artinya menjadikan diri kita, sedikit atau lebih banya lebih dekat dengan “pintu neraka,” karena pada saat yang sama, hati benar-benar ditelisik. benarkan karena Allah semata, atau dari Allah untuk “diri sendiri” atau ketagihan hidangan evoria. benarkah keberanian dan rasa marah yang tulus terhadap kemungkaran, atau ego yang tidak sudi menerima pengingkaran.

pertanyaannya, seberapa mudah, rasa sakit hati ketika di ingkari, dan rasa bangga ketika di ikuti. persis seperti rasa ketika mendapat pujian dari kekasih hati, atau hati yang galau ketika si “dia’ malah acuh tak acuh.

Kita tengok dan resapi, beberapa untaian ayat QS. 6: 33- 36, terbayang sudah, betapa hati kekasih Allah itu, bagai mana air matanya jatuh, bagaimana jiwanya akan bergejolak demi membaca ayat-ayat tersebut. Dia (muhammad saw) yang paling lembut hatinya kepada ummat, paling mendalam harapannya agar ummatnya taat, paling besar cinta dan ketulusannya yang mengiringi dalam perjalannan dakwahnya.

Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat ayat Allah. Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat melihat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mu’jizat kepada mereka, (maka buatlah) . Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil. Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya) , akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan. (QS. 6:33-36)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s