lelaki pilihan “langit” (1)

Rindu kepadanya “duhai yang laksana bulan menyerap cahaya dan memantulkannya, duhai yang akhlaknya adalah alquran, duhai yang tinggi sebutannya, duhai yang sangat mendalam cinta kepada umatnya, duhai sang kekasih allah!” duhai….rinduku…..yang menemani sunyiku …bahagianya aku karenamu

wajahnya elok bagaikan sinar bulan purnama, alisnya seperti bulan sabit, bibirnya lebar dengan barisan gigi yang renggang dan rapih. dadanya bidang dengan tanda kenabian diantara kedua bahunya. dadanya berbulu tipis hingga pusar. tubuhnya tidak tinggi, tidak juga pendek, kulitnya putih bersemu keemasan, ranbutnya ikal mayang, terkadang sebatas daun telinganya, terkadang panjang hingga bahu. Ia menyisir rambutnya kebelakang dan sangat suka meminyaki rambutnya, terkadang menyemir (mewarnai) sebagian rambutnya dengan daun pacar dan katam, terkadang rambutnya dicukur habis. Bola matanya yang hitam dan sinarnya yang teduh sering dihiasi oleh celak dengan itsmid berwarna hitam atau biru. kulit lututnya tipis, sementara kulit telapak kaki dan tangannya tebal. Pakaian yang disenanginya adalah gamis yang terbuat dari hibarah (bahan katun keluaran yaman) dia sering menggenakan pakaian berwarna putih dan merah, dan mengenakan minyak wangi dipakaiannya. terkadang ia memakai pakaian kain tenun yang telah usang. sesekali mengenakan serban dikepalanya yg ujungnya dibiarkan terjuntai, dia paling suka mengenakan gamis yang panjangnya hingga pertengahan betis atau lebih.

dia sangat berpayah-payah dalam ibadahnya, memeperpanjang bacaan shalat dan terkadang memeperpendek bacaan jika ia sedang meng imami shalat. Ia yang telah dijamin masuk surga dalam kemuliaan dan keagungan senantiasa memperbanyak istigfar, ia-pun senantiasa memelihara wudlu . ia mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan doa. Ia memperlama jaganya dengan memenuhi waktunya untuk beribadah dan sangat sedikit waktu tidurnya. Ia mendirikan shalat sunnah dan shaum sunnah bagi dirinya ( terutama shalat dhuha, tahajud dan shaum senin kamis) dan tidak pernah terputus dari dzikr. Dalam keadan tertidurpun, hatinya tetap terjaga (mengingat Allah). Caranya membaca alquran sangat tartil dan rendah hati dengan keindahan suaranya, sehingga orang yang mendengarnya dapat mengikuti. terkadang ia membisikannya dan tidak melagukan bacaannya, disaat lain ia membacanya dengan nyaring. Pada saat ia membca alquran atau mendengarkannya, ia seringkalai berlinang airmata menandakan betapa lembut hatinya dan betapa sempurna makrifatnya.

dia jarang merasa kenyang lebih dari satu kali dalam dua hari, terkadang ia dan keluarganya dalam keadaan lapar beberapa malam berturut-turut. makanan beliau roti sya’ir (merupakan jenis gandum yang paling rendah mutunya, yang terkadang dimakan oleh ternak sebelum dihaluskan). Namun ia memakan pula makanan yang lebih baik yang para sahabnya hidangkan bagi beliau. Ia menghormati makanan yang dihidangkan, dengan tidak mencelanya, tidak berlebihan memakannya. Ia menolak sedekah namun menerima apa yang dihadiahkan kepadanya. Sungguh tempat tidurnya tidak melambangkan kemuliaanya, hanya selembar tikar anyaman yang ketika ia bangun akan meninggalkan sebuah siluet diwajahnya.

jika berjalan seakan menyusuri jalan yang menurun, bergegas namun tidak melambatkan. jika menunjukan suatu arah dia mengunakan seluruh telapak tangannya bukan menunjuk dengan jarinya. jika berbicara dia menghadapkan seluruh tubuhnya kearah lawan bicara, dengan cara bicara, dengan perlakuaanya sehingga setiap orang akan merasa dialah paling mulia. Perkataanya tenang namun tegas, ia tidak pernah meninggikan suaranya melebihi orang yang diajak bicara, dia tidak pernah mengatakan mengapa kau tidak mengerjakan ini itu kecuali yang berhubungan dengan syariat. “…ia tinggalkan dirinya dari tiga perkara yaitu: dari berbantahan, menyombongkan diri, dan dari sesuatu yang tidak selayaknya. Dan ia tinggalkan orang lain dari tiga perkara: dengan tidak mencela seseorang, tidak mempermalukannya dan ia tidak mencarai aib orang….” Dia mengangkat tangannya dari menyakiti orang lain kecuali dalam peperangan (zihadnya) . dia lebih banyak menunduk dari pada menengadahkan wajahnya atau melihat kelangit. ekspresi wajahnya sangat tenang. jika marah wajahnya memerah dan memalingkan pandangan, lebih banyak tersenyum daripada tertawa terbahak. tegas dengan hukum2 Allah, bersikap lemah lembut, dan sangat memperhatikan latar belakang seseorang yg diajaknya bicara atau diberinya petuah. dia sangat pandai bergurau, namun gurauannya tetap mengandung kebenaran, dia sangat tidak berkenan diberi penghormatan berlebih. Ia bersabda: “ janganlah kalian berlebihan dalam memujiku sebagaimana kaum nasrani yang berlebihan memuji anak Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, oleh sebab itu katakanlah aku Abdullah (hamba Allah dan rasulnya” dari ummar bin khatab HR Tirmidzi. Sesiapapun tidak akan sanggup menerima penghinaan dengan kerendahan hati sebagaimana yang ia tunjukan sebagai seorang Rasul.

Dalam kesehariannya dia tidak segan ikut mengerjakan pekerjaan pelayannya atau istrinya, sangat menyukai anak kecil dan sangat adil dan penuh cinta kepada istri-istrinya. sangat besar cinta kepada ummatnya. siapapun yang meriwayatkan tentang dirinya, pasti mengatakan belum pernah menemukan kesan seperti kesan kepadanya.

Dan pada setelah wafatnya, ia tidak meninggalakan tanda-tanda duniawi yang melebihi keperluannya semasa hidup dan bagi keturunannya setelah wafat. “Rasulullah saw tidak meninggalkan pusaka kecuali sebilah pedang, seekor keledai dan sebidang kebun yang dijadikannya sebagai sedekah”

disarikan dari kitab HR tirmidzi,

“Tuhanku, peliharalah hatiku dengan cinta kepada yang Engkau cintai aku ingin menghadap kepadaMu dengan hati yang sujud”

alfiarnimakhtaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s