Demi yang karenanya Allah Bersumpah (tafsir lintas ayat) bag 2

Allah bersumpah dengan makhluk ciptaanNya, bukanlah mencerminkan Ia menempatkan ciptaan-Nya diatas diri-nya, maha suci Allah, Maha agung dan Kuasa atas segala makhluknya tidak akan berkehendak demikian. SumpahNya atas makhlukNya mencerminkan betapa pentingnya apa yang dikenai sumpahNya itu untuk dijadikan peringatan bagi hamba-hambaNya, meskipun bagi orang-orang mukmin tidaklah memerlukan sumpah Allah untuk meyakini dan mentaati setiap perintah dan larangan-Nya, namun demikianlah Allah berkehendak menguraikan tuntunanNya dengan bahasa yang dapat diterima oleh manusia yang menggunakan akalnya.

Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal. (QS. 89:1- 5)

Maka ketika saya kelompokan ayat-ayat yang didalamnya termagtub sumpah-Nya, terlihatlah sebuah untaian makna yang saling berkaitan yang membawa kita pada sebuah uraian global dari keseluruhan ayat-ayat alquran yang membawa peringatan dan kabar gembira bagi orang-orang mukmin.

Pengertian sumpah
Kata sumpah berasal dari bahasa Arab اْلقَسَمُ (al-qasamu) yang bermakna اْليَمِينُ (al-yamiin) yaitu menguatkan sesuatu dengan menyebutkan sesuatu yang diagungkan dengan menggunakan huruf-huruf (sebagai perangkat sumpah) seperti و , ب dan ت

Sumpah dimagsudkan, sebagai peringatan bahwa apa yang disampaikan memiliki keutamaan dan keteguhan. Demikian intisari dari uraian Quraish shihab dalam tafsirnya Al mishbah, mengenai hakekat sumapah Allah dalam alquran.

Dalam Alquran Allah bersumpah, untuk meneguhkan tentang ke Esaan-Nya, keutamaan Alquran sebagai pembawa peringatan dan kabar gembira, selain sebagai tuntunan bagi orang-orang beriman. Selain itu Allah bersumpah tentang waktu turunnya alquran, tentang kenabian Muhammad saw, tentang sifat dan keadaan manusia dalam kehidupannya, tentang keadaan orang-orang kafir, tentang ketetapan hari kiamat, dan hari kebangkitan.

Selain tentang yang karenanya Allah bersumpah, maka objek yang dijadikan media bagi Allah untuk bersumpah merupakan sesuatu yang perlu menjadi perhatian, atau peringatan yang pasti pada setiap nama yang dijadikan sumpah terkandung hikmah yang bermanfaat bagi kehidupan manusia sebagai khalifah dalam beribadah maupun bermu’amalah. Dalam konteks media yang Allah gunakan sebagai objek bagi sumpah-Nya, Quraish Shihab dalam tafsirnya menguraikan bahwa dalam bersumpah Allah menyebutkan sesuatu yang mempunyai kaitan erat dengan kandungan sumpah-Nya.

Objek yang dijadikan sumpah:

1. Malaikat berdasarkan perannya
2. Yang menyampaikan peringatan dari malaikat maupun manusia
3. Alquran
4. Benda-benda alam beserta fenomenanya (yang jika diamati objek-objek tersebut berhubungan dengan kepentingan
manusia dan perkembangan ilmu pengetahuannya)
5. Tempat bersejarah (makkah, ka’bah, bukit Sinai)
6. Kalam atau perkataan dan pena
7. Waktu
8. Waktu dhuha
9. Sepuluh malam dalam bulan Ramadhan, atau dalam penafsiran yg berbeda)

10. Ayah dan anak

11. Penciptaan laki-laki dan perempuan

12. Jiwa

13. Kuda perang, atau sesuatu yang digunakan oleh manusia untuk menyerang yang memiliki atau dapat memercikan

api, jika sekarang serupa dengan teknologi perlengkapan perang

14. sesuatu yang tersembunyi yg datang pada malam hari, berupa sesuatu yang merasuk kedalam hati (kecemasan atau

ketakutan atau dalam penafsiran yg berbeda)

15. yang menyaksikan dan yang disaksikan

16. Kiamat

17. malam yang genap dan ganjil

18. Kapal yang berlayar (teknologi yang diciptakan oleh manusia sampai saat masa turunnya Alquran)

dari beberapa nama yang Allah gunakan untuk bersumpah tersebut, jika diamati lebih dalam semua itu memeilki kaitan yang sangat erat bagi kepentingan kehidupan manusia dalam setiap perkembangan peradabannya, kehidupan sosial maupun spiritualnya. tidak hanya ulama tafsir, para intelektual umumpun dapat memberikan kontribusi yang teramat luas untuk menggali betapa didalam objek-objek yang Allah jadikan untuk bersumpah, terkandung petunjuk tersembunyi yang sangat dalam sampai akhir jaman.

setelah saya uraikan nama-nama yang digunakan sumpah Allah, Berikut saya kelompokan ayat-ayat yang dikenai sumpah-Nya l mengenai beberapa konteks yang kerenanya Allah bersumpah atas nama makhluk-Nya atau apa yang diciptakan-Nya, dimulai dari QS. 37: 1- 4, yang merupakan surat pertama dimana Allah bersumpah tentang ke Esaan diri-Nya, atas nama malaikat yang memiliki tugas berbeda-beda dalam hubungan manusia, dan atas nama hamba-hambanya yang menyampaikan peringatan termasuk para nabi dan Rasul.

Tauhid

Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bershaff-shaff. demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh. dan demi (rombongan) yang membacakan peringata, Sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Esa. (QS. 37:1- 4)

Keutamaan alquran

Haa Miim . Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menerangkan. Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu dalam induk Al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-Qur’an kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas? (QS. 43:1- 5)

Demi langit yang mengandung hujan , dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil, (QS. 86:11- 13)

Malam kemuliaan

Haa Miim. Demi Kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (QS. 44:1- 3)

Keutamaan Muhammad saw

Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru,

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hambanya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. (QS. 53:1- 11)

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi,)

Rabbmu tiada meninggikan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu,dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan (QS. 93:1- 4)

Keadaan manusia

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan. sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, (QS. 51:7- 8)

Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya. (QS. 86:1- 4)

Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, dan demi bapak dan anaknya. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:1- 4)

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,

dan malam apabila menutupinya , dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, (QS. 91:1- 8)

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (QS. 92:1- 10)

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun , dan demi bukit Sinai , dan demi kota (Mekah) ini yang aman, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (QS. 95:1- 6)

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Rabbnya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta (QS. 100:1- 8)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:1- 3)

Keadaan orang kafir

Shaad, demi Al-Qur’an yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. (QS. 38:1- 2)

Qaaf Demi Al-Qur’an yang sangat mulia. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib” (QS. 50:1- 2)

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Telah dibinasakan orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk disekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang yang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, (QS. 85:1- 8)

Ketetapan hari kiamat

Demi bukit. dan kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma’mur,dan atap yang ditinggikan (langit), (dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi, (QS. 52:1- 7)

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya . dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya . dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu

itu pasti terjadi. (QS. 77:1- 7)

Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal. (QS. 89:1- 5)

Kebangkitan

Demi (angin) yang menerbangkan debu yang sekuat-kuatnya, dan awan yang mengandung hujan, dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah, dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan. sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar, dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi. (QS. 51: 1- 6)

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, (QS. 79:1- 6)

Setelah disimak pengelompokan ayat mengenai konteks utama setiap ayat beserta objek yang dijadikan media sumpah Allah, maka dapat kita lihat rangkaian yang saling terkait, bagaikan mata rantai yang saling mengikat dengan kokoh, membentuk sebuah peringatan dan pelajaran yang agung untuk direnungkan dan dijadikan petunjuk utama dalam kehidupan kita sebagai hamba Allah dan sebagai individu maupun manusia social. permasalahn yang dikenai sumpah dalam ayat-ayat diatas, terangkai menjadi sebuah pesan global, seolah menjadi intisari dari alquran yang merupakan petunjuk dan peringatan

Allah memulai sumpah mengenai ke Esaan diriNya, sebagai kiblat kokoh dimana manusia bermula dan akan menuju, menegaskan bahwa Dia Allah adalah pengusa tunggal bagi makhluk-makhlukNya.

Dan sumpah-Nya dikenakan kepada Alquran merupakan kitab suci tunggal sampai akhir jaman, yang merupakan pedoman setelah kanabian Muhammad saw bagi ummat manusia sebagai hambaNya, seolah menegaskan, rujukan kitab yang lain adalah kebathilan. Alquran Allah ingatkan diturunkan pada malam yang telah ia jadikan termulia dibanding malam-malam yang lain, karena pada saat itu terjadi peristiwa yang agung sebagai pertanda terpilihnya hamba pilihan untuk menyampaikan berita dan peringatan. Seolah hendak mencampakkan keingkaran orang-orang kafir dan musyrik dengan QS. 93:1- 4 menegaskan keutamaan Muhammad saw sebagai utusan dan penutup seluruh para nabi dan Rasul. sebagaimana pada saat turunnya untuk pertama kali, maka pada saat masa berhentinya wahyu untuk sementara, maka demi waktu itu yang Nabi muhammad digelayuti kesedihan dan kecemasan ditambah sikap kaum musyrikin makkah yang memperolok bahwa dia muhammad telah ditinggalkan Tuhannya, maka atas demi massa itu pula Allah bersumpah, seolah hendak mengokohkan hati Muhammad saw, dimana dua massa itu (saat pertama turunnya wahyu dan saat wahyu berhenti turun sementara)yang merupakan dua keadaan terberat bagi hatinya.

Untuk memberikan tuntunan dan sebagai peringatan yang perlu dihayati, di mulai dari (QS. 51:1-8) dan seterusnya yg telah saya kelompokan di atas, Allah bersumpah dengan Benda-benda alam beserta fenomenanya ,

jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), penciptaan laki-laki dan perempuan, Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun , dan demi bukit Sinai , dan demi kota (Mekah), Demi kuda perang yang berlari kencang, dan di tutup Allah bersumpah Demi masa. Nma -nama yang digunakan Allah untuk bersumpah itu dikaitkan dengan keadaan manusia pada umumnya, dan tentang apa yang perlu dijadikan peringatan. keduanya (antara sumpah dan yang dikenai sumpah) menjadi objek yang saling terkait, dimana media sumpah itu menjadi keperluan manusia sebagai makhluk bumi dalam beribadah dan mu’amalah.

Allah bersumpah dengan menyebut langit dan Alquran, tentang sifat orang kafir dan keadaan yang diancamkan kepada mereka, penyebutan langit dan alquran sungguh merupakan pasangat yang sarat akan makna mendalam (yang penulis belum menemukan bentuk uraian yang tepat untuk disampaikan)tapi bagi penulis ini laksana menyatukan antara kekuasaan dan tuntunan.

Bergetar hati orang-orang bertakwa, diantara cemoohan orang-orang durhaka ketika kemudia Allah bersumpah tentang kepastian dan keteguhan datangnya hari kiamat dan hari dimana seluruh ummat manusia dan jin akan dibangkitkan untuk dikumpulkan pada sebuah pertemuan besar, dimana segala yang tersembunyi akan diperlihatkan hingga tidak satupun dapat menengadahkan kepala, dan menyampaikan perkataan, semua akan tertunduk dalam ketakutan dan harapan, tentang ini Allah bersumpah atas nama :

Demi (angin) yang menerbangkan debu yang sekuat-kuatnya, dan awan yang mengandung hujan, dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah, dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan. (QS. 51: 1- 4)

Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut, dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang, dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia). (QS. 79:1- 5), perhatikan sumpah2 pada kedua surat tersebut dan perbedaan kelompok yang dijadikan sumpah pada kedua surat tersebut. berkelanalah dalam ruang akal dan hati, kau akan menemukan keterkaitan yang begitu indah dari keduanya.

Demikianlah terlihat untaian yang saling kait mengkait antara media sumpah, tema yang manjadi objek sumpah, dari ayat

keayat. Wallahu’alam

Di susun oleh Alfi arni makhtaf,

dalam hening, takut dan harapnya….

Dan semua perkataan manusia selain perkataanNya, adalah tidak akan luput dari kebathilan, semoga Allah memaafkanku

————————————————————————————————————————————————-

Kitab rujukan:

Alquran terbitan depag

tafsir ibn kastir

tafsir fi zilalil quran karya syid qutb

tafsir al mishbah karaya Quraish shihab

saya menggunakan ke 3 tafsir tersebut, karena ketiganya memilki corak penafsiran yang berbeda, yang memberikan dan membantu penulis melakukan perenungan maknawi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s