Retorika yang di Bungkam

imagesAlquran, tidak ada sebuah kitab yang seluruh dunia menghapalnya, membacanya berulang-ulang, mempersatukan dan tidak seorangpun dari hamba Allah yang hatinya mampu membantah, di dalamnya terkandung pengajaran yang menggunakan multi dimensional, multi metode___________Pengulangan yang barang siapa membacanya dan membiasakan membacanya, maka tanpa merasa terbebani secara tidak langsung diapun menghapalkannya. Sarat dengan multi kontekstual, hingga ia tampil bagaikan layar yang membentang, perumpamaan yang diangkatnya melahirkan keinginan berfikir, melibatkan hingga siapapun akan merasa dapat menjangkaunya dengan kapasitas yang berbeda-beda, bahasa yang digunakan memilki kekuatan yang mengundang emosi bagaikan simpvoni yang berayun, menghentak, turun naik, hingga bangkit rasa takut, cinta, keimanan, dan rindu. Didalamnya tidak ada tuntunan yang memilki cacat cela, semua terperinci, menyeluruh tidak berlebihan tidak juga tumpul. Jika lautan dijadikan tinta bagi semua orang yang mencintainya, berkumpul kemudian berlomba menguraikan hati tentang kitab ini, maka taksatupun akan dapat mencukupi. Dan setiap kali dia didekati, ia seolah hidup, hingga tidak seorangpun baik yang berilmu maupun yang awam akan terasing dan tidak terpuaskan. demikianlah Alquran bagi hati yang sehat, lembut dan memilki kekuatan iman…

Keadaan Orang-orang Kafir

bagaimanakah jiwa yang dalam naungan nafsu dunia, bagaimanakah jiwa yang mencoba mengurai ketamakannya, nyatanya dari awal hingga putaran waktu berulang, menggantikan ribuan pentas yang saling bertukar peran, tidak juga berubah sifatnya, kafir….tetaplah sebagaimana disifatkannya. Kesombongan bagaikan hendak bersaing dengan kebesaran penciptanya, namun dikali lain kedengkian dan kebencian ikut tali temali yang tanpa mereka sadari menggambarkan kesadaran hati akan harapan keberpihakan Tuhan yang diingkari dengan suara lantang namun hati yang tetap diam-diam bertekuk melipat ketakutan yang tersembunyi. Betapapun hamba-hamba yang paling dicintaiNya ingin merengkuh, tak ayal bagaikan menegakkan kumpulan pasir dilautan samudra. Keraguan yang dalam diam menggoyang keangkuhan hatinya, malah menambah siksa yang tak berujung pangkal menghanyut dan melambungkan angan yang dibuat tersa indah oleh rifal abadinya (syetan),keraguannya tidak membawa pada terbukanya hati menyerap kebenaran, namun semakin menjauhkan dan mengeraskan. Hingga waktu menyeret mereka pada ruang yang bagaikan tak memiliki dinding, awal yang tak berujung…….penyesalan yang menggantungkan jiwa-jiwa yang bersaf menunggu kesakitan yang tak akan juga berujung pada akhirnya.

Namun tidaklah cukup keadaan itu merangkai hakekatnya, jiwa-jiwa itu telah dihentikan dari sifat waktu yg membawa kepada proses perubahan, ia tidak lagi bergerak untuk tumbuh berakar, berhenti, terhenti dan dihentikan, terkurung dalam berhelai-helai hijab, dijauhkan dari harapan yang awalnya hak yang diberikan untuk setiap hambanya,kecuali atas kehendaknya.Tidak siapapun sangup menembus kekerasannya, hijab itu seolah bertambah-tambah, menutup pandangan,akal dan hati, bagaikan kematian yang tidak lagi sanggup mengajukan sanggahan. Dan semua itu tak lebih hanya kencintaan mereka kepada dunia yang merka Tuhankan melebihi sesuatu yang ada dalam hatinya yang karena kecintaan itu mereka ingkari.

simaklah bagimana jiwa-jiwa itu digambarkan…. dan demikanlah jiwa itu sama disifatinya dari awal kenabian hingga sampai waktu ini.

Gambaran KeSombongannya

31. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala”.

32. Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al-Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”.al anfal

Gambaran KeRaguannya

55. Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur’an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat.al hajj

14. Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang di-tentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil)sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.asy syura

Gambaran keDengkiannya

90. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan . Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.al baqarah

1. Shaad, demi Al-Qur’an yang mempunyai keagungan.

2. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.

8. mengapa Al-Qur’an itu diturunkan kepadanya di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur’an-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.shaad

9. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.Muhammad

Gambaran Penyesalannya

27. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.

28. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).

29. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.al furqaan

Gambaran keTerhijabannya

45. Dan apabila kamu membaca Al-Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,

Asbabun Nuzul : Imam Bukhari dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Masud r.a. yang menceritakan, bahwa ada segolongan orang-orang yang menyembah makhluk jin. Kemudian jin-jin banyak yang masuk Islam; sedangkan manusia-manusia masih tetap menyembahnya, maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, “Katakanlah! ‘Panggillah mereka yang kalian anggap tuhan selain Allah’…” (Q.S. Al Isra 56).

46. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya,

47. Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir”.

48. Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar). Bagaimana cara membantah keingkaran kaum musyrikin.al israa’

Cinta dunia

86. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.al baqarah

Retorika

alquran yang mensifati RuhNya menggambarkan….menjadi rujukan dan menuntun, kiranya bagimana hamba-hambanNya yang terbuang itu harus disikapi, sungguh indah bahkan merekapun dihadapi Allah, seolah sang raja yang turun merunduk menghadapi hambanya yang terlalu limbung oleh kebodohan yang tidak lagi dapat ditegur dari singga sananya, maka sang pengingkar itu mendapat tangtangan, dimulai dari yang paling begitu mereka anggap mudah, meninggi….terus seperti menaiki anak tangga, bertingkat tingkat, untuk kemudian dihalau hingga jatuh dari kesombongannya.

1.Alquran mengajukan tantangan

Bagi mereka yang berilmu pengetahuan, yang di halau oleh kesombongan dan kedengkiannya, lihat bagaimana Allah mengajukan tantangan atas apa yang mereka Tuhankan

Tingkat pertama

34. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar. ath thuur:34

Tingkat ke dua

Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.”qs. yunus: 38

Tingkat Ke tiga

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al-Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan ilmu [713] Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?.qs.huud:3-14

Tingkat ke empat

Katakanlah: “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur’an) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar”.

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. 28:49-50)

Tingkat ke lima

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. al Israa’:88

Dan akhirnya tangga itu membawa mereka pada, penghalauan yang meruntuhkan kesombongan mereka, namun tak juwa membangunkan, mereka benar-benar dalam keterhijaban yang kokoh, terkunci matilah dalam ayat penutup, membungkam, tidak memberi ruang untuk menyanggah selama-lamanya. Semua gambaran mereka yang diabadikan dalam ayat-ayatNya menjadi kutukan abadi selama mereka menuhankan kesombongan, yang menjadi dosa pertama iblis dalam bantahannya.

24. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.al baqarah

2. Alquran menganjurkan pengabaian dan menyatakan ancaman

Bagaimana pula hamba-hamaba Allah yang membiarkan dirinya dalam kebodohan, menuhankan apa yang tidak diketahui hakekatnya, dengan lembut Allah mengajarkan sebuah retorika, yang akan membongkar keluguan semu mereka, hingga akal mereka akan berbalik mengajukan pertanyaan pada diri mereka sendiri.

52. Katakanlah: “Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur’an) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?”fushshilat

sampailah mereka dalam penyesalan yang dijanjikan

“ Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab: “Benar ada”, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”. Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. ” (QS. Al Mulk: 6-11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s