Pintu Terakhir

Allah, Dia yang akan dituju oleh manusia, baik suka maupun terpaksa, sebagai muslim maupun kafir. Allah adalah awal dan akan menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Allah menggenggam kuat setiap bukhul, tidak ada kehendak yang dapat menolak kehendakNya.

Allah tumpuan harapan, tidak ada harapan yang akan terputus jika ditujukan kepadaNya, yang menguasai yang nampak maupun yang tersembunyi, sampai nafsu manusia itu sendiri yang memutuskan untuk berhenti berharap,dan mengharap akan sesuatu kepada selain Allah berarti menuju kepada harapan yang tidak akan ada ujung pangkalnya.

Allah yang menghendaki sebuah ujian, dan tidak ada kesabaran yang berbatas, selama kesabaran itu disandarkan kepada Allah sebagai tujuan. Dan tidak ada kekuatan yang akan melemah selam kekuatan itu di ikuti oleh keyakinan akan sifat Allah yang memiliki Rahman dan Rahim yang kedudukan sifatnya tidak akan sanggup disamai maupun dilebihi oleh welas asih milik manusia yang memilki “rongga”.

Allah, ketika menjadi tujuan yang diinginkan dan diyakini, maka Dia-Allah yang akan menjadi kekuatan ketika melihat, akan menjadi ketajaman ketika mendengar, akan menjadi penggerak ketika berbuat, dan Allah akan meliputi hati orang muttaqien selama Ia menjadi tujuan. Hingga hatinya akan senantiasa bersesuaian dengan apa yang dikehendakiNya, bagaikan cermin bening yang mampu menyerap cahaya dan memantulkannya

Katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. QS. al-An’am (6) : 162

Dan ketika setiap jiwa telah sampai pada tujuan dari akhir perjalanannya, ketika semua yang tersempbunyi telah disibakkan dari hijabnya, maka setiap diri akan “melihat kepada kedua tangannya”, apa gerangan perbekalan yang dibawanya kehadapa Tuhan yang memiliki timbangan keadilan yang tiada luput dari perhitungannya meski hanya sebutir pasir yang tersembunyi, yaitu sesuatu yang pernah terbersit dalam hati kemudian terlupakan, niscaya akan ditampakan juga.

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
QS. al-An’am (6) : 160

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s