Hati yang Berjinjit

Kesombongan memiliki banyak wajah, masuk kedalam hati manusia dari berbagai celah dan berbagai cara. Terkadang kesombongan begitu nyata, sehingga orang lain disekitarnya dapat merasakan, terlebih dirinya. Namun kesombongan dikali lain, seringkali halus wujudnya dan terkadang menipu sipelaku itu sendiri.

Ketika kita menyadari hakikat kita yang tidak lebih dari sekedar “diciptakan” dengan segala sifat dan keterbatasan sebagai yang sebatas diciptakan, dan ketika hati menyadari betapa ada kekuasaan dari apa yang dianggap lebih kuasa, maka keruhlah pandangan mata yang menusuk, lemahlah ucapan yang meninggi.

berprasangka baiklah dimulai ketika kita membaca Alqur’an, memperhatikan alam sekitar sampai kepada saat kita berinterkasi dengan sesama, maka kita akan lebih banyak mendapatkan ilmu dari pada terhalang dari ilmu. ilmu adalah cahaya Allah yang akan diserap oleh hati yang bersih dari prasangka pada ilmu itu sendiri.

Kita renungkan QS. an-Nur (24): 34-36 berikut:

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. an-Nur (24) : 34

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lobang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS. an-Nur (24) : 35

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. QS. an-Nur (24) : 36

Ketika dengan apapun dan dihadapan siapapun kita memposisikan diri sebagai “si maha tahu”, menyiapkan diri untuk berbantah-bantah, maka hilanglah ketajaman hati untuk memahami kebenaran yang terkadang tersembunyi dari sebuah kata yang dianggap terlalu sederhana, kita disibukan mencari-cari apa yang terlewat oleh orang lain, sibuk bersiap siaga untuk menafikan kebenaran yang kita anggap Cuma isapan bayi. Maka serta merta pilihan untuk diam sejenak, memilih untuk mencoba memahami dan berdamai dengan sesuatu yang kita anggap kurang, menjadi pilihan yang begitu menyiksa bagi hati yang didalamnya tersembunyi sifat sombong.

Cermati gambaran kesombongan orang2 kafir dalam QS.41:5,
Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan di antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungghnya kami bekerja (pula)”. Boleh jadi kitapun tanpa sadar mengikuti sifat-sifat itu. Kesombongan dan kedengkian menyebabkan mereka memilih ingkar dari pada ketaatan, keteguhan keingkaran mereka menunjukan mereka tau tentang kebenaran, inilah yg mendatangkan murka Allah. Ketika di ingatkan, si sombong akan berkata dalam hatinya, dengan nafsu memburu “siapa gerangan yg berani mengingatkanku”!!!

Tafakurku dari QS an naba:37-39,

Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
QS. an-Naba’ (78) : 37

Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.
QS. an-Naba’ (78) : 38

Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
QS. an-Naba’ (78) : 39

Peliharalah lisan kita dari keponggahan,sebelum saat kita dibungkam, hari dimana para ruh dan malaikat berdiri bersyaf, segala kebanggaan tunduk dihadapan Ar rahman, tidak diperkenankan bicara tanpa ijinNya, meski kita memiliki kemuliaan dihadapan semua manusia didunia. waspadalah kecerdikan dari kesombongan yang menyelusup kedalam hati, minta di ikuti.

Ada 5 pintu yg mudah dimasuki oleh kesombongan:

1) Ilmu pengetahuan
2) Amal Ibadah
3) Kekuasaan
4) Kekayaan
5) Harga diri.

Kesombongan menjadikan lima hal tersebut bagai buih dilautan, ketika ilmu pengetahuan dibingkai dengan keponggahan bahwa diri sudah cukup tahu, ketika amal ibadah telah menjadikan hati merasa aman dari dosa-dosa tersembunyi, ketika kekuasaan menjadikan wajah tengadah, tangan mengepal, perkataan menjulang solah hendak mengalahkan ketinggian langit tanpa tiang, sehingga siapapun dibuat tidak berdaya dengan kehendak atas kekuasaannya, ketika kekayaan menjadikan pemilkinya membangun tembok keangkuhan tinggi-tinggi sehingga ia tidak lagi bisa berempati terhadap perjuangan si miskin, yang setiap hari peluhnya menganak sungai, menutup mata dari wajah-wajah yang meringis menahan rasa sakit karena kemiskinan, ketika sebuah harga diri diangkat tinggi-tinggi, maka semua yang dimiliki dan dianggap dapat menyelamatkan dirinya dari semua yang ditakutinya, tak ubahnya hanya akan menjadi sebuah cerita yang didapatnya dalam mimpi, ketika ia hendak menggenggamnya, ia tidak memiliki apa-apa, seperti api membakar kayu, seperti pasir yang tidak dapat menampung air, hilang terbuang bagaikan buih dilautan. Dan pada akhirnya kesombongan akan membuka pintu dosa-dosa berikutnya. Maka berhati-hatilah kepada musuh yang senantiasa bersamamu kemanapun pergi, yaitu penyakit hati. Apa yang kita miliki adalah semata media untuk kita mendekatkan diri kepada Allah dan bermakna bagi orang lain.

Bandung, S.alfi arni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s