The Maskrey

Sebuah tipuan, disadari atau tidak telah menjadi ritual bagaimana manusia membahasakan dirinya, antara satu dengan yang lainnya. Adakah satu bagian dari waktu yang tidak ada sebuah tipuan disana? Terkadang begitu halus, sehingga siapapun sulit menyadari tipuan itu ada dalam dirinya. bagaikan masa ketika kita bercermin, selalu ada sisi dimana cermin tak bisa memantulkannya, jika kau berbalik ingin menunjukan sesuatu yang nyata tentang dirimu dihadapan cermin, maka saat bersamaan kau menyembunyikan sisi lain dari dirimu.

Benarkah hakekat dari suatu benda ,sebagaimana ia ditampakannya, benarkah apa yang terucap dari lisan gambaran hati,benarkah senyum tak melukiskan tipuan dibaliknya, benarkah tangis bukan bahasa para penjilat dihadapan tuannya, benarkah cinta tidak berbungkus hasrat birahi yang bersembunyi diantara tulang sulbi, benarkah kemarahan semata karena terdolimi atau tidak lebih dari nilai kesombongan, benarkah ketakutan karena tidak tau akan misteri dibalik sesuatu ataukah gambaran nyata bahwa telah menuhankan apa yang dapat diandalkan dari indra dan nalar?. Benarkah ilmu yang disampaikan adalah pantulan dari kelembutan hati yang begitu ingin semua orang bisa ikut tegak berdiri menghadapi ujiannya, atau tidak lebih hentak jiwa yang begitu ingin diakui keakuannya.Ah, begitu mengerikan bentuk wajah dunia, jika dilihat dari sudut pandang skeptis, semua dipahami lewat bahasa tipuan, karena nyatanya tak seorangpun dalam dirinya yang tidak memiliki ketakutan yang tersembunyi, hingga disadari atau tidak mengharuskan dirinya bersembunyi dibalik apa yang dituhankannya. wajah yang molek dengan lukisan, tubuh yang bersembunyi dibalik balutan jubah kebesaran, nama yang berbaris dibelakangnya sederet gelar keangkuhan, atau kekerdilan hati yang meringkuk dibalik benteng idiologi dan sebuah idealisme yang diperjuangkan, yang tegaknya karena berdiri diatas apa yang dianggapnya cuma tafsir anak kecil.Tapi tidak ada kejujuran, kecuali bernilai semu, karena pada akhirnya ada sisi lain dalam diri manusia yang harus disembunyikan hanya untuk TuhanNya, sebagai penegas jika ada Dia yang maha mengetahuai segala sisi abstrak yang menjadi milik siapapun yang bernama manusia, tanpa harus mengingkari sisi manusiawinya hanya untuk menerima bahwa suatu saat dia harus berdiri dibalik tipuan atau apa yang dengan kehendakNya disembunyikan dari pandangan manusia, yang cuma sejengkal dari akalnya.Pada akhirnya, jika kita tidak belajar mempercayai apapun meski ada sedikit tipuan disana, atau sesuatu yang tersembunyi yang sebaiknya takperlu untuk mencoba mencari tau, maka kita tidak akan pernah bisa memulai sesuatu.

Keberanian menampilkan diri apa adanya, hanya bisa dilakukan jika kita berhenti menuhankan penilaian orang lain tentang bagaimana seharusnya kita membahasakan diri agar diterima oleh mereka. Ketidak beranian kita bersikap apa adanya,bersembunyi dibaliktopeng kepalsuan, cuma sementara,karena pada saatnya semua yang tersembunyi akan disibakkan dihadapan sebuah perhelatan maha besar.
****
Maskrey : topeng festival venice Itali (saya suka sekali menikmati keindahan topeng -topeng venic, yg menginspirasi catatan diatas)
Venesia terkenal dengan karnavalnya yang disebut the carnival of Venice atau Carnevale di Venezia di Italia, yang pertama kali tercatat pada tahun 1268. Karnaval ini menjadi salah satu daya tarik yang terutama dari kota Venesia, selain gondola dengan keunikan kota air ini. Topeng selalu menjadi bagian utama dari karnaval Venesia, Para pembuat topeng (mascherari) menikmati posisi istimewa dalam masyarakat, dengan peraturan-peraturan sendiri buat mereka. Pada tahun 1707 Venesia menjadi bagian dari Austria waktu Napoleon menandatangani Perjanjian Campo Formio. Orang Austria menduduki kota ini pada tanggal 18 Januari 1798 dan akhirnya mengakibatkan perayaan karnaval ini berhenti selama dua abad. Karnaval ini juga dilarang oleh pemerintah fasis pada tahun 1930-an. Hingga saat toko topeng modern dibangun pada tahun 1980-an maka karnaval ini menikmati kebangkitannya. Meskipun Ada nuansa spiritual, dimana Topeng juga dapat dikenakan kembali saat perayaan hari kenaikan Isa Almasih dan dari 5 Oktober hingga hari Natal. Namun nuansa seni yg sangat kental dimana maskrey menjadi salah satu daya tariknya dan The Venice Art Biennale adalah event yang paling penting dalam kalender seni di Venesia. Dalam tahun 1893 diawali dengan walikota Venesia, Riccardo Selvatico, Dewan Kota Venesia mengeluarkan sebuah resolusi pada tanggal 19 April untuk menetapkan Esposizione biennale artistica nazionale (ekshibisi biennial dari karya seni Italia), dan diluncurkan pada tanggal 22 April 1894.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s