Memaknai Sifat Ar Rahmaan dan Ar Rahiim

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang” Qs.Al fatiha:1

Bagaimana kita bisa mengharapkan kasih sayang manusia atas kita, jika Allah yang memiliki sifat rahman dan rahim, tidak menyayangi kita.

Meskipun kita kumpulkan dan kita datangi banyak orang yang memiliki sifat welas asih, untuk membantu dan mencurahkan belas kasihnya pada kita, tak akan tercurah sedikitpun jika Allah cemburu pada kita dan memalingkan RidoNya, karena setiap kasih sayang yang dimiliki setiap hamba, adalah milikNya.
Berikhtiarlah meraih kasih sayang Allah, ar rahmanNya maupun aR rAHIMnYA. Allah telah membuktikan cintaNya, renungkan apa yang ada pada diri kita, dan lihatlah apa yang ada disekeliling kita, mampukah kita menghitungnya?. Seandainya mata ini tidak di ijinkan untuk berkedip, seandainya tidak diijinkan buang angin, seandainya lidah ini tak di ijinkan untuk mengecap makanan yang kita sukai….

jika Allah mencintai kita maka kita akan mampu melompati sebuah keterbatasan diri. Meski ibadah kita demi mengakui eksistensinya , tak akan pernah sebanding dengan hanya mata yang berkedip atas ijinNya, namun hati yang terulur tulus karenaNya, tidak akan pernah terabaikan. Jika Ia Allah belum terjangkau oleh hati kita untuk kita cintai, Ingatlah Allah maha pecemburu, jangan biarkan kecintaan kita terhadap sesuatu selain Allah…berakhir pada menyekutukanNya…(maka nikmat yang mana lagi yang akan kamu sekalin dustakan, QS. Ar-Rahman: 13)….dan resapilah surat ar rahman, bagaimana Allah mencoba menunjukan betapa Dia maha rahman dan rahim, Dia tunjukan pada kita semua apa yang begitu mudah kita jangkau oleh indra dan nalar kita, semua yang begitu bermanfaat bagi kehidupan kita yang terkadang tiba-tiba saja kita menyombongkan diri, kita semua bisa melihat, menyentuh, mendengar dan merasakan semua bukti-bukti rahman dan rahimNya, dengan begitu mudah dan dekat!

Arhmaan dan ar rahimNya bagi seorang mu’min, tidak hanya sebatas apa yang dapat memuaskan akal dan nafsu kita. Sering kali Allah tunjukan melalui ujian yang menghimpit jiwa, membuat kita sesak bernafas, berurai air mata hingga membuncah kemarahan dihati, menghadirkan penghakiman pada Dia yang bersifat welas asih. Terkadang Ia mengambil apa yang bagi kita begitu berharga, dari apa yang kita perjuangkan, dari do’a yang tidak henti kita panjatkan, Dia terkadang mengambil untuk memberikan sesuatu yang lebih mulia pada ujungnya.

Jangan sangkakan, kemewahan,gemerlap dunia dan kekuasaan yang begitu mudah diraih adalah selalu gambaran dari keridoanNya, karena boleh jadi dibaliknya ada murkaNya terselubung pada mereka yang menyekutukanNya, disebabkan keserakahan kita pada apa yang kita anggap lebih dapat melindungi.

Sifat Ar RahmaanNya, adalah memberi tanpa menghitung siapa yang layak, dan bagai mana derajatnya. semua makhluk diberi bukti sifat ArahmanNya, tidak perduli ia sikafir yang menghabiskan seluruh sisa hidupnya untuk mendurhakainya.

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). ” (Qs. Ibraahiim [14] : 34).

Namun bagi seorang mu’min, bukanlah banyak atau sedikit dari rizki yang diperoleh, namun nilai dari apa yang Allah berikan untuk hambanya,yang tidak diberi batas untuk didunia dan diakherat, berbeda antara yang diterima mereka yang menyekutukan Allah yang menghalalkan segala cara untuk memperolehnya, dengan sedikit atau banyak yang Allah karuniakan bagi hambanya yang taat. Maka jangan tunjukan pandangan kita pada kemuliaan yg mereka miliki (sikafir), karena itu kesenangan bagi mereka didunia, karena bagi hambaNya yang beriman dan bertaqwa, dikaruniakannya pemberian yang melebihi kapasitas nilai banyak atau sedikit, tidak dibatasi oleh nilai rasa yang berarti harus berupa kesenangan, kemudahan dan ketersedian yang memenuhi segala kehendak manusia. Ia buah dari ketaatan, kesabaran dan penghambaan yang melahirkan ketawakalan tanpa diembel-embeli oleh rasa takut dari keraguan akan sifatNya yaitu ar Rahim, yang diberikan kepada hamba-hambaNya yang beriman.

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. ” (Qs. Al Ahzaab [33] : 43).

Maka disebabkan Allah maha rahmaan dan rahim, maka kita sebagai hambaNya, yang ada karena Dia adakan, yang kuat karena Dia kuatkan, yang tahu karena ia bukakan selubungnya, yang dapat menjangkau karena Dia kehendaki, yang kenyang karena Dia beri rezeki,…..maka,berdekattanlah dengan siapapun yang lemah dan tidak tahu, yang dalam kesempitan dan ketakutan, sebagaimana kita semua bergantung pada sifat rahmaan dan rahimNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s