Zakat Bukan Tren

Awalnya saya ragu menulis ini, secara kongkritl saya memang tidak menguasai, bagaimana seharusnya keuangan sosial masyarakat itu dikelola, agar lebih memberdayakan. Mungkin ini hanya sebuah ide kecil yang sempat terlintas, demi menyadari betapa Islam sebetulnya punya konsep bagaimana ekonomi umat itu bisa dikembangkan, namun sepertinya berabad2 mandeg hanya sebatas petunjuk teks belaka.

Meskipun negara kita tidak berlandaskan syariat islam, namun secara kultur kita memiliki atmosfir yang begitu mudah untuk menciptakan sebuah perubahan. Tidak heran jika kebangkitan Islam diprediksi akan dimulai dari negri ini, namun untuk mewujudkan itu memerlukan sebuah kunci untuk ditemukan, yaitu refolusi ekonomi dan pendidikan.

aku aneh, kita mayoritas muslim, yang berkuasa -pun muslim. paling keras berteriak tentang masalah ekonomi. kita punya banyak konsep zakat, kita punya segudang ahli ekonomi, tapi kenapa konsep zakat tidak juga efektip dinegri ini?, seperti KPU, aku merindukan ada managemen zakat yang meranting dari tingkat RT, setiap RT ada rumah zakat yang di monitor oleh pemerintah dn badan independen lain.
dengan dana zakat bergulir= ada tim pembina pemberdayaan ekonomi keluarga, dengan target untk setiap kepala keluarga minimal berpenghasilan 30.000/hari . efektipkan zakat, jangan hanya pas idul fitri n idul kurban doang………kesel, seadndainya aku pnya kuasa!

Untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga, rintis managemen Zakat ditingkat RT….ZAKAT JANGAN DIBIKIN TREN SESAAT

komunikasi mengalami perubahan dalam peradabannya, demikian juga dalam retorika da’wah ke islaman, jika kita mengedepankan esklusifitas dan dan terpasung dengan simbol-simbol keagaamaan yg sulit dimengerti orang, maka selamanya kita tidak akan pernah berani dan kreatif dalam menciptakan sebuah perubahan. kita sudah mulai dengan konsep perbankan syariah. sekarang ayo kita ikuti dg pengembangan managemen zakat

nunggu negara ini menegakan syariata islam dengan totalmah, moal maju-maju atuh. Islam bisa tegak tanpa negara islam sekalipun. pendapat bahwa satu2nya islam bisa tegak hanya dengan negara islam, hanya akan mengebiri kita dalam membuat sebuah perubahan. kita tidak harus menjadi klan yang masip untuk membuat nilai2 islam menjadi fungsional

yayasan-yayasan yang selama ini mengelola zakat, digharapkan bisa lebih mencair. Tidak menjadikan managemen zakat menjadi moment yang esklusif. Tidak ada salahnya dirintis sebuah lembaga yang lebih formal, dari tingkat nasional sampai ketingkat RT,dengan pengawasan pemerintah dan tim independent, untuk lebih mengfungsionalkan zakat, menjadi program keuangan jangka panjang bagi pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ayo sosialisasikan perlunya zakat dilembagakan!

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s