Memaknai Ujian(1)

imagesRasa sakit, kesempitan, teraniaya, yang sangat…bukanlah sebuah penyiksaan dan pengabaian Allah terhadap hambanya. Namun itu adalah penempaan hati untuk mencapai derajat mulia sebagai hamba. Dengan kesakitan kita akan mampu menghargai kenikmatan sekecil apapun. Dari kegagalan, sorang hamba memperoleh kekuatan untuk berjuang agar berhasil. Allah menempatkan hambanya di dunia dengan segala dimensinya, agar hambanya merindukan apa yang ada disisiNya. “umpama seorang pandai besi, ia menempa besi dan membakarnya siang dan malam, mengasahnya tampa henti, bukan karena ia begitu membenci besi, namun demi menjadikannya tajam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s