Jalan-jalan Syetan

20760_1190088800405_5765799_nsungguh pada diri setiap hamba adalah miSteriNya, cinta, kerinduan, kebencian,tangisan, harapan, kemarahan, spiritual, angan hayalan, dan gairah. Sebagian untuk dimengerti, sebagian untuk diwaspadai, sebagian untuk dibiarkan apa adanya, sebagian untuk dikendalikan.semuanya membawa pada ketinggian atau kerendahan. semuanya hanyalah untuk menguji.

setiap hamba memilki potensi atau kehendak tentang suatu yang baik ataupun yang buruk, apabila hatinya baik maka ia akan berkehendak tentang sesuatu yang baik, dan apabila hatinya berpenyakit ia akan berkehendak pada sesuatu yang buruk. Demikian fitrahnya dan syetan menjadikan keduanya sebagai bidikan atas sumpahnya untuk menyesatkan manusia. Jika didapatinya hati seorang hamba dalam keadaan baik, maka syetan mendekatinya melalui pintu-pintu kebaikan, dan jika syetan mendapati seorang hamba yang hatinya buruk maka ia tambahkan kehndak keburukan kedalam hatinya, hingga jadilah ia seburuk-buruknya manusia.

jangan duga kebaikan dan keburukan jelas bagaikan siang dan malam, sungguh syetan mengetahui jalan menuju kebaikan maupun keburukan, ia memulai dari kedua ujungnya dan berbuat sesuatu diantara keduanya dan dengan cara sesuai sifat keduanya. syetan menyesatkan manusia tidak hanya dalam urusan duniawi, tapi juga urusan spiritualnya, terhijab hati manusia dari menangkap bahasa syetan disebabkan kesombongan dan kebencian, maka hanyutlah jiwa manusia dlm angan-angan yang membelokan kebenaran kepada “pembenaran”

Syetan berjalan melalui keindahan, keburukan, tersembunyi dan terang-terangan. Syetan mendekati dalam keadaan terjaga, waspada maupun lalai. Setan menjadikan sesuatu tidak sesuai hakekatnya, ia menyelinap kedalam nalar, duduk dalam hati manusia, mengendarai indra manusia, dan syetan menyerupai segala bentuk kebaikan, menutupi segala bentuk keburukan. Syetan sangat teguh akan sumpahnya.

“Demi kemuliaan-Mu sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (yang diberi anugerah keikhlasan).” (QS. Shaad: 82-83)

Ada dua pintu yg selama engkau memasukinya, syetan tidak akan mendatangi untuk memalingkan hati, yaitu ketika ketika kau berada dalam kerendahan hatimu dan ketika hatimu terhubung kepadaNya.

Seorang hamba yang memilki kerendahhatian, hatinya selalu mawas diri, pengawasan terhadap dirinya bagaikan pagar yang kokoh, penghalang dari angan-angan buruknya penghalang dari hasutan syetan terhadap hatinya. Kerendahatian menjadikan ia menghadapi segala sesuatu yang mengecilkan dirinya dengan kasih sayang dan kesabaran dan kemakluman. Keterhubungan hati seorang hamba kepada zat yang Maha mengawasi, mengikat hatinya untuk senantiasa mengingat Allah, menghubungkan segala kehendak dan perbuatannya dengan apa yang dikehendaki Allah, ia senantiasa berusaha dalam keadaan mengingatNya, keterhubungannya dengan Penguasa dan Raja segala Makhluk menjadikan perisai dirinya yang tidak dapat ditembus dan dipalingkan.

Strategi syetan menghadapi orang2 beriman, memancingnya dengan suatu kebaikan yang akan menjerumuskan kepada keburukan.jika jelas tampaknya……dahulukan mencegah keburukan dari kebaikan, meski kebaikan itu menawan hatimu.

sesungguhnya setiap diri dalam keadaan menunggu, dan setiap diri dalam keadaan diawasi, namun sangat sedikit yg “merasa”

Kenali syetan dan waspadai potensi-potensi buruk dlm diri, agar dapat menyempurnakan ihtiar untuk memeranginya. bagaimanapun ujungnya sungguh Allah maha Pengampun dan Maha mensyukuri

Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam diri manusia mengikuti pejalanan darah. Oleh sebab itu, aku takut syetan melontarkan suatu tuduhan atau suatu kejahatan dalam hatimu” (HR.Bukhari dan Muslim)

“Akan datang syetan pada seseorang kamu dalam shalatnya, lalu syetan mengingatkan kepadanya, keperluan begIni dan begitu. Maka janganlah ia menurutinya, dan syetan datang pula kepadanya pada waktu tidurnya, maka syetan memberikan mimpi buruk padanya, maka jangan diikutinya” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi)

“Katakanlah: aku berlindung kepada Allah Tuhan manusia raja manusia, dari kejahatan bisikan syetan yang biasa tersembunyi, yang membisikan kejahatan kedalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” QS Annas: 1- 6

Duhai Tuhanku, liputilah aku dengan perlindunganMu, berjalanlah Engkau bersamaku, jadilah Engkau imam dalam diriku, hingga tidaklah syetan mendekatiku, melainkan ia berhadapan denganMu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s